Cendawan.id, JAMBI — Tingkat kemantapan jalan nasional di Provinsi Jambi telah mencapai 91,36 persen, namun masih terdapat tantangan besar yang harus segera diselesaikan agar konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, mengingatkan bahwa sekitar 113,96 kilometer jalan nasional yang belum mantap berpotensi meningkatkan biaya logistik, menghambat investasi, serta memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas.
“Dalam perspektif ekonomi, jalan bukan sekadar infrastruktur, tetapi instrumen untuk menekan biaya produksi, mempercepat distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ivan, Minggu (28/06/26).
Data BPJN Jambi menunjukkan bahwa beberapa wilayah memerlukan perhatian khusus. Kerinci membutuhkan rekonstruksi ruas rawan longsor dan perbaikan drainase, Batanghari memerlukan penguatan struktur jalan akibat beban angkutan berat, sedangkan Tanjung Jabung Barat membutuhkan rehabilitasi jalan dan peningkatan akses menuju kawasan pelabuhan dan industri.
Di sisi lain, kondisi jalan daerah juga masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tingkat kemantapan jalan daerah di Tanjung Jabung Timur baru mencapai 16,46 persen, Muaro Jambi 26,86 persen, Tebo 30,61 persen, dan Tanjung Jabung Barat 31,52 persen.

Menurut Ivan, pembangunan jalan nasional harus diikuti percepatan pembangunan jalan daerah agar konektivitas antarkawasan dapat berjalan optimal. Ia juga menyoroti maraknya kendaraan ODOL yang mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan beban anggaran pemerintah.
“Kalau ODOL tidak dikendalikan, umur layanan jalan akan terus menurun. Akibatnya, biaya perbaikan semakin besar dan masyarakat yang akhirnya menanggung beban ekonomi tersebut,” katanya.
Ivan memperkirakan kebutuhan anggaran untuk penanganan jalan nasional tidak mantap di Provinsi Jambi mencapai sekitar Rp170,94 miliar. Pembiayaan tersebut diharapkan berasal dari APBN melalui BPJN dan Ditjen Bina Marga dengan dukungan sinergi pemerintah daerah.

“Kita ingin jalan nasional di Jambi tidak hanya terlihat baik secara visual, tetapi benar-benar kuat, aman, tahan lama, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MRP)


















Discussion about this post