Cendawan
  • BERITA
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HERITAGE
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SAINTEK
  • RAGAM
  • HUKUM
Cendawan
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HERITAGE
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINTEK
No Result
View All Result
Cendawan
No Result
View All Result

Home » Waka I DPRD Jambi Soroti PETI, Batanghari dan Air Baku PDAM dalam Ancaman

Waka I DPRD Jambi Soroti PETI, Batanghari dan Air Baku PDAM dalam Ancaman

by admin
24/06/2026
in DAERAH
A A
0
Grafik yang menunjukkan PETI mengancam Sungai Batanghari. FOTO: IST

Grafik yang menunjukkan PETI mengancam Sungai Batanghari. FOTO: IST

332
SHARES
2k
VIEWS

Cendawan.id, JAMBI – Sungai Batanghari bukan sekadar bentangan air yang membelah Provinsi Jambi. Sungai terpanjang di Pulau Sumatera ini merupakan urat nadi kehidupan yang selama ratusan tahun menghidupi masyarakat. Dari aliran sungai inilah warga memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, mencari nafkah sebagai nelayan, menopang sektor pertanian, hingga menjadi sumber air baku yang diolah PDAM untuk memenuhi kebutuhan jutaan masyarakat di berbagai daerah. Namun kini, denyut kehidupan itu berada dalam ancaman serius.

Maraknya dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Batanghari, khususnya di wilayah Kabupaten Tebo, menjadi perhatian besar berbagai kalangan. Persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai aktivitas ilegal biasa. Dampaknya telah menjalar ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari kerusakan lingkungan, terganggunya ekosistem sungai, ancaman terhadap sumber air baku PDAM, hingga potensi gangguan kesehatan dan ekonomi masyarakat.

BacaJuga

Proyek Rekonstruksi Jalan Sudirman Muara Bulian senilai Rp4,2 Miliar Tuai Kecaman: Warga Merasa “Seperti Naik Kuda”

Gerakan Masyarakat Buru Koruptor Kabupaten Batang Hari Dan Rekan Media Penuhi Undang Kejari Untuk Adakan Audensi

Akses Ekonomi Terancam, Tebo Butuh Rp244,7 Miliar untuk Benahi Jalan Provinsi

Berdasarkan berbagai laporan dan sorotan publik, aktivitas PETI diduga masih berlangsung menggunakan ratusan rakit tambang di sejumlah titik aliran sungai. Aktivitas pengerukan dasar sungai yang terus berlangsung menyebabkan sedimentasi meningkat, air menjadi keruh, dan berpotensi menimbulkan pencemaran yang semakin sulit dikendalikan.

Kerusakan tersebut memicu efek berantai. Ketika sungai dikeruk tanpa kendali, habitat ikan dan biota air terganggu. Sempadan sungai mengalami kerusakan, vegetasi penahan erosi hilang, dan keseimbangan ekosistem perlahan rusak. Sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan berubah menjadi kawasan yang rentan mengalami degradasi lingkungan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap sumber air baku PDAM. Air Sungai Batanghari menjadi sumber utama pengolahan air bersih bagi masyarakat. Ketika kualitas air menurun akibat tingginya kekeruhan dan sedimentasi, instalasi pengolahan air harus bekerja lebih keras.

Konsekuensinya tidak sederhana. PDAM membutuhkan biaya operasional yang lebih besar untuk melakukan proses penjernihan air. Penggunaan bahan kimia pengolahan meningkat, perawatan instalasi menjadi lebih mahal, dan risiko gangguan distribusi air bersih semakin tinggi. Pada akhirnya, masyarakatlah yang berpotensi menanggung dampak tersebut, baik dalam bentuk menurunnya kualitas layanan maupun meningkatnya biaya penyediaan air bersih.

Grafik yang menunjukkan PETI mengancam Sungai Batanghari. FOTO: IST

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengingatkan bahwa Sungai Batanghari merupakan aset kehidupan yang tidak tergantikan bagi masyarakat Jambi sehingga harus dijaga bersama dari segala bentuk kerusakan.

“Sungai Batanghari bukan hanya sumber air, tetapi juga sumber ekonomi, sumber pangan, dan penopang kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan aktivitas PETI terus merusak ekosistem sungai yang menjadi tumpuan hidup jutaan warga,” tegas Ivan Wirata.

Politisi Partai Golkar itu menilai persoalan PETI harus ditangani secara serius, terukur, dan berkelanjutan karena dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam sumber air baku PDAM yang digunakan masyarakat setiap hari.

“Kalau kualitas air Sungai Batanghari terus menurun akibat sedimentasi dan pencemaran, maka biaya pengolahan air bersih akan semakin besar. Pada akhirnya masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya. Jangan sampai rakyat harus menanggung biaya lebih mahal karena sumber air kita tidak dijaga dengan baik,” ujarnya.

Menurut Ivan, penanganan PETI tidak boleh hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Persoalan ini membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Tebo, Polda Jambi, Polres Tebo, Kejaksaan, TNI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM, Balai Wilayah Sungai, PDAM, tokoh adat, tokoh agama, perguruan tinggi, organisasi lingkungan, media massa, hingga masyarakat harus bersatu dalam langkah yang sama.

“Penegakan hukum harus menyentuh akar persoalan. Bukan hanya pekerja di lapangan, tetapi juga pemodal, penadah, pemasok logistik, dan pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut. Negara harus hadir secara utuh agar persoalan ini tidak terus berulang,” katanya.

Sebagai legislator yang memiliki latar belakang teknis di bidang infrastruktur dan sumber daya air, Ivan juga mendorong pengawasan kualitas air dilakukan secara berkala serta perlindungan terhadap kawasan intake PDAM yang menjadi sumber air baku masyarakat.

“Kita perlu memastikan kualitas air Sungai Batanghari terus dipantau. Uji laboratorium terhadap air, sedimen, maupun kandungan bahan berbahaya harus dilakukan secara rutin dan terbuka kepada publik. Ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan dan langkah mitigasi yang tepat,” jelasnya.

Ivan menambahkan bahwa penanganan PETI harus tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan ilegal.

“Kita harus tegas terhadap pelanggaran hukum, tetapi juga harus memikirkan solusi bagi masyarakat. Pemerintah perlu membuka akses lapangan kerja, memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan program pemberdayaan ekonomi lainnya agar masyarakat memiliki alternatif penghidupan yang legal dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Langkah awal yang dinilai mendesak adalah pembentukan operasi terpadu dan berkelanjutan di kawasan rawan PETI. Operasi tidak boleh bersifat insidental atau hanya dilakukan ketika isu ini menjadi sorotan publik. Diperlukan patroli sungai secara rutin, pendirian pos pengawasan permanen, pemetaan lokasi aktivitas PETI, penyitaan rakit dan alat tambang ilegal, serta pengawasan ketat terhadap jalur distribusi hasil tambang.

Selain itu, pengujian kualitas air, sedimentasi, dan kandungan bahan berbahaya harus dilakukan secara berkala serta hasilnya dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat. Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dari Sungai Batanghari yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.

Upaya penegakan hukum juga harus berjalan beriringan dengan program pemulihan lingkungan. Rehabilitasi sempadan sungai, penanaman kembali vegetasi penahan erosi, perlindungan kawasan intake air baku PDAM, normalisasi titik-titik yang mengalami kerusakan, serta penguatan pengawasan lingkungan harus menjadi agenda prioritas lintas instansi.

Sebab sesungguhnya, biaya untuk mencegah kerusakan sungai jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memulihkan sungai yang telah rusak parah. Jangan sampai masyarakat Jambi suatu hari nanti harus membeli air bersih dengan harga yang semakin mahal karena sumber airnya dibiarkan rusak hari ini.

Di sisi lain, ancaman terhadap kesehatan masyarakat juga tidak bisa diabaikan. Air yang tercemar dapat memicu berbagai persoalan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang masih bergantung langsung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Jika pencemaran terus berlangsung tanpa pengawasan yang ketat, generasi mendatang berpotensi mewarisi sungai yang kehilangan fungsi ekologis dan sosialnya.

Sungai Batanghari telah memberi kehidupan bagi generasi demi generasi. Sungai ini adalah warisan yang harus dijaga, bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk anak cucu di masa depan.

“Biaya mencegah kerusakan jauh lebih murah daripada biaya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Mari kita selamatkan Sungai Batanghari bersama-sama. Karena jika sungai ini rusak, yang hilang bukan hanya lingkungan, tetapi juga masa depan generasi yang akan datang,” pungkas Ivan Wirata.

Ketika air sungai mulai kehilangan kejernihannya, yang dipertaruhkan bukan hanya lingkungan hidup. Yang ikut terancam adalah kesehatan masyarakat, keberlanjutan ekonomi daerah, ketahanan air bersih, dan masa depan generasi mendatang.

Karena itu, persoalan PETI harus menjadi gerakan bersama. Tegakkan hukum secara adil, lindungi sumber air baku PDAM, pulihkan lingkungan, dan hadirkan solusi ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (MRP)

Previous Post

Stop Campur Truk Batubara dengan Kendaraan Warga, Ivan Wirata Tawarkan Solusi Terintegrasi

Next Post

Jangan Lagi Tambal Sulam, Ivan Wirata Dorong Penanganan Tuntas Jalan Provinsi Sarolangun

Next Post
Grafis menunjukkan kondisi jalan rusak di Kabupaten Sarolangun. FOTO: IST

Jangan Lagi Tambal Sulam, Ivan Wirata Dorong Penanganan Tuntas Jalan Provinsi Sarolangun

Akses Ekonomi Terancam, Tebo Butuh Rp244,7 Miliar untuk Benahi Jalan Provinsi

Grafis yang menunjukkan paparan kondisi kemantapan jalan provinsi. FOTO: IST

Jalan Nasional Jambi Belum Mantap, Ivan Wirata Ingatkan Ancaman Biaya Logistik dan ODOL

Oplus_16908288

Realisasi APBD Jambi Tertinggal, Ivan Wirata Minta Kepala OPD Bertanggung Jawab

Grafis yang menunjukkan laporan kinerja dinas pendidikan Jambi tahun 2025. FOTO: IST

Pendidikan Jambi Menuju Transformasi: DPRD Soroti ATS, Numerasi, dan Akses Disabilitas

Discussion about this post

Artikel Populer

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Delapan Gedung Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Untuk Perawatan Pasien Covid-19

06/07/2021

Wagub Abdullah Sani Lepas Peserta KKN Kebangsaan Universitas Jambi

09/08/2021

Mengenal KH. Muhammad Arsyad, Pendiri Pesantren Wali Peetu Tanjabtim

25/12/2021

Pemprov dan TP PKK Kerjasama Vaksinasi Bagi Ibu Hamil, Abdullah Sani Minta Ibu Hamil Datangi Sentra Vaksinasi

26/08/2021

Menag: Asrama dan Rumah Sakit Haji Silakan untuk Tempat Pasien Covid

06/07/2021

Wagub Abdullah Sani Tinjau Asrama Haji sebagai Lokasi Isolasi Covid- 19

03/08/2021

Wagub Apresiasi POLDA JAMBI Laksanakan Vaksinasi untuk Pelajar dan Masyarakat

04/09/2021
Arfah, koordinator aksi aliansi masyarakat Jambi peduli MBG. FOTO: IST

Membela Hak Anak-anak, Massa Aksi Minta MBG Tetap Hadir untuk Rakyat

19/06/2026
Oplus_16908288

Kemingking Disiapkan Jadi Motor Hilirisasi, Ivan Wirata Dorong Investasi Sawit Masuk Jambi

20/09/2026

Sambut Kunjungan Kajati Jambi, Al Haris Ingin Tuntaskan Kasus Korupsi di Jambi

09/08/2021
Oplus_16908288

Kemingking Disiapkan Jadi Motor Hilirisasi, Ivan Wirata Dorong Investasi Sawit Masuk Jambi

20/09/2026
Petugas kesehatan saat memeriksa urine warga  binaan dan pejabat Lapas . FOTO: IST

Lapas Muara Sabak Perkuat Deteksi Dini Narkotika, Pegawai dan Warga Binaan Dites Urin

18/09/2026
Warga binaan saat diberi pengarahan sebelum razia. FOTO: IST

Lapas Muara Sabak Bersama TNI-Polri dan BNN Sikat Barang Terlarang di Blok Hunian

18/09/2026
Petugas saat melakukan razia blok hunian. FOTO: IST

Lapas Jambi Perkuat Deteksi Dini, Razia Blok dan Tes Urine Digelar Bersama APH

17/09/2026
Oplus_19005440

Tempurung Kelapa Jadi Peluang, Lapas Muara Sabak Berdayakan Warga Binaan hingga Pasar Ekspor

24/08/2026

Karhutla Jambi Mengganas, 2.995 Hotspot Terpantau dan Udara Muaro Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat

18/08/2026
Warga binaan di Jambi yang menerima remisi bebas dan bantuan usaha yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jambi dan didampingi oleh Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar. FOTO: IST

Tiga Napi Bebas Murni di Jambi Dibekali Modal Rp3 Juta, Inovasi Perdana Kanwil Ditjenpas dan Gubernur Jambi

17/08/2026
Oplus_16908288

Edi Purwanto Tinjau Infrastruktur Strategis Jambi, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

10/08/2026

Proyek Rekonstruksi Jalan Sudirman Muara Bulian senilai Rp4,2 Miliar Tuai Kecaman: Warga Merasa “Seperti Naik Kuda”

03/08/2026

Proyek Rekonstruksi Jalan Sudirman Muara Bulian Senilai Rp4,2 Miliar Menuai Sorotan Publik

03/08/2026
Cendawan

Navigate Site

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HERITAGE
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINTEK