Cendawan
  • BERITA
  • DAERAH
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HERITAGE
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • SAINTEK
  • RAGAM
  • HUKUM
Cendawan
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HERITAGE
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINTEK
No Result
View All Result
Cendawan
No Result
View All Result

Home » Kapan Agama Islam Pertama Kali Hadir di Indonesia?

Kapan Agama Islam Pertama Kali Hadir di Indonesia?

by admin
06/07/2021
in HERITAGE
A A
0
335
SHARES
2k
VIEWS

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah pemeluk agama islam terbesar di dunia. Sejak berabad-abad yang lalu, Islam Indonesia tampil dengan wajah moderat yang hidup damai berdampingan dengan pemeluk agama lain dan mampu berbaur dengan budaya yang ada di nusantara. Umat islam di Indonesia tidak menjadikan agama sebagai sumber konflik, melainkan sebagai sumber ajaran hidup yang membawa kedamaian bersama.

Mengenai kapan islam pertama hadir dan siapa yang membawa islam masuk ke Indonesia, terdapat beberapa pendapat yang masyhur dituturkan dalam sumber bacaan sejarah Indonesia. Di antara banyak pendapat tersebut, berikut beberapa teori terkemuka yang membahas tentang siapa yang pertama datang dan mendakwahkan islam di Indonesia:

BacaJuga

Permata Tanjung Jabung Timur, KH. Maksum Abdullah Mas’ud

Mengenal KH. Muhammad Arsyad, Pendiri Pesantren Wali Peetu Tanjabtim

Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Jambi

Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa Islam pertama kali hadir di nusantara pada abad ke 12 masehi. Menurut teori ini, orang yang pertama kali mendakwahkan islam di Indonesia adalah mubaligh dari Persia (Iran). Dalih dari teori ini adalah keberadaan kerajaan islam pertama di Indonesia yang bernama Pase (Pasai) yang berasal dari kata Persi. Selian itu, teori ini didukung juga dengan kenyataan bahwa orang islam Indonesia sangat menghormati para habib atau sayyid yang merupakan keturunan Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dianggap sama dengan tradisi umat islam yang ada di Persia.

Belakangan, pendapat ini dianggap tidak relevan karena kenyataanya kata Pase (Pasai) bukan diambil dari diksi Persi, melainkan dari kata pasir, karena di daerah tersebut tanahnya bercampur pasir. Orang Aceh menyebut pasir dengan “pase”. Adapun penghormatan umat islam Indonesia terhadap keturunan Nabi Muhammad bukan semata berkaitan dengan tradisi umat islam di Persi. Penghormatan terhadap keturunan nabi Muhammad yang belakangan disebut Sayid atau Habib ini memang berasal dari hadits-hadits nabi dan menjadi tradisi umat islam terdahulu, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in. Selain itu, berdasarkan tinjauan geografis, Indonesia tidak mempunyai hubungan langsung dengan Persi.

Kedua, teori yang mengatakan bahwa agama islam pertama kali datang ke Indonesia dibawa oleh mubaligh dari Ghujarat, India Barat. Hal ini dikaitkan dengan adanya persamaan bentuk nisan dan gelar nama dari mubaligh yang oleh orang Belanda disebut sebagai kuburan orang-orang islam yang pertama.

Belakangan, pendapat ini dianggap lemah setelah Thomas W. Arnold dalam buku The Preaching of Islam mengungkapkan bahwa pada abad ke tujuh masehi di pantai barat pulau Sumatera telah terdapat kelompok perkampungan orang-orang Arab. Selanjutnya didapati pula kuburan orang Arab di Baros, suatu daerah antara Tapanuli dan Aceh.

Ketiga, teori yang menyatakan bahwa islam pertama kali hadir di Indonesia pada Abad ke tujuh masehi, dibawa oleh para pedagang dari Arab. Menurut pendapat ini, daerah yang pertama dimasuki islam adalah pantai barat pulau Sumatera yang bernama Baros. Pendapat ini merupakan hasil simpulan seminar masuknya agama islam di Indonesia yang diselenggarakan di Medan pada tahun 1963.

Terlepas dari kapan pertama kali islam masuk di Indonesia dan siapa yang pertama kali membawanya, umat islam Indonesia selayaknya bersyukur dengan karakter keislaman yang selama ini berkembang di Indonesia. Karakter moderat umat islam di Indonesia merupakan hal berharga yang harus dijaga. Jangan sampai islam Indonesia yang ramah terhadap pemeluk agama lain dan budaya setempat ini terkontaminasi dengan karakter keislaman yang radikal, transnasional dan mudah merobek keindahan kehidupan berkeragaman yang selama ini menjadi karakter muslim Indonesia.

Tags: #barus#islamnusantara#sejarahislamindonesia
Previous Post

Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Jambi

Next Post

Hukum Menceritakan Aktivitas Seksual Suami-Istri Kepada Orang Lain

Next Post

Hukum Menceritakan Aktivitas Seksual Suami-Istri Kepada Orang Lain

Menang Tipis, Tim Samba Melaju Ke Final Copa America 2021

Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro di Luar Jawa-Bali

Hari Ketiga PPKM Darurat, Gus Muhaimin Sidak Dua Pasar di Jaksel

Antisipasi Tambahan Kebutuhan RS, Presiden Jokowi Pastikan Kesiapan Asrama Haji Pondok Gede

Discussion about this post

Artikel Populer

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Delapan Gedung Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Untuk Perawatan Pasien Covid-19

06/07/2021

Wagub Abdullah Sani Lepas Peserta KKN Kebangsaan Universitas Jambi

09/08/2021

Mengenal KH. Muhammad Arsyad, Pendiri Pesantren Wali Peetu Tanjabtim

25/12/2021

Pemprov dan TP PKK Kerjasama Vaksinasi Bagi Ibu Hamil, Abdullah Sani Minta Ibu Hamil Datangi Sentra Vaksinasi

26/08/2021

Menag: Asrama dan Rumah Sakit Haji Silakan untuk Tempat Pasien Covid

06/07/2021

Wagub Abdullah Sani Tinjau Asrama Haji sebagai Lokasi Isolasi Covid- 19

03/08/2021

Wagub Apresiasi POLDA JAMBI Laksanakan Vaksinasi untuk Pelajar dan Masyarakat

04/09/2021
Arfah, koordinator aksi aliansi masyarakat Jambi peduli MBG. FOTO: IST

Membela Hak Anak-anak, Massa Aksi Minta MBG Tetap Hadir untuk Rakyat

19/06/2026
Oplus_16908288

Kemingking Disiapkan Jadi Motor Hilirisasi, Ivan Wirata Dorong Investasi Sawit Masuk Jambi

20/09/2026

Sambut Kunjungan Kajati Jambi, Al Haris Ingin Tuntaskan Kasus Korupsi di Jambi

09/08/2021
Oplus_16908288

Kemingking Disiapkan Jadi Motor Hilirisasi, Ivan Wirata Dorong Investasi Sawit Masuk Jambi

20/09/2026
Petugas kesehatan saat memeriksa urine warga  binaan dan pejabat Lapas . FOTO: IST

Lapas Muara Sabak Perkuat Deteksi Dini Narkotika, Pegawai dan Warga Binaan Dites Urin

18/09/2026
Warga binaan saat diberi pengarahan sebelum razia. FOTO: IST

Lapas Muara Sabak Bersama TNI-Polri dan BNN Sikat Barang Terlarang di Blok Hunian

18/09/2026
Petugas saat melakukan razia blok hunian. FOTO: IST

Lapas Jambi Perkuat Deteksi Dini, Razia Blok dan Tes Urine Digelar Bersama APH

17/09/2026
Oplus_19005440

Tempurung Kelapa Jadi Peluang, Lapas Muara Sabak Berdayakan Warga Binaan hingga Pasar Ekspor

24/08/2026

Karhutla Jambi Mengganas, 2.995 Hotspot Terpantau dan Udara Muaro Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat

18/08/2026
Warga binaan di Jambi yang menerima remisi bebas dan bantuan usaha yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jambi dan didampingi oleh Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar. FOTO: IST

Tiga Napi Bebas Murni di Jambi Dibekali Modal Rp3 Juta, Inovasi Perdana Kanwil Ditjenpas dan Gubernur Jambi

17/08/2026
Oplus_16908288

Edi Purwanto Tinjau Infrastruktur Strategis Jambi, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

10/08/2026

Proyek Rekonstruksi Jalan Sudirman Muara Bulian senilai Rp4,2 Miliar Tuai Kecaman: Warga Merasa “Seperti Naik Kuda”

03/08/2026

Proyek Rekonstruksi Jalan Sudirman Muara Bulian Senilai Rp4,2 Miliar Menuai Sorotan Publik

03/08/2026
Cendawan

Navigate Site

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BERITA
    • DAERAH
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
  • HERITAGE
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINTEK