KH. Muhammad Arsyad Sitte adalah salah seorang ulama Jambi kelahiran Enrekang Sulawesi Selatan pada tanggal 7 Januari tahun 1940 H dan termasuk ulama yang aktif dalam keorganisasian DDI (Darul Dakwah wal Irsyad) yang kemudian merantau ke Jambi menggunakan kapal layar selama 3 bulan lamanya.
KH. Muhammad Arsyad Sitte merupakan seorang tokoh pendiri Desa Air Hitam Laut. Beliau juga merupakan kepala desa di desa tersebut yang kemudian menjadi pendiri Pondok Pesantren Wali Peetu yang terletak di desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sekitar tahun tujuh puluhan Desa Air Hitam Laut adalah desa yang rawan perampokan, pencurian, dan perselisihan yang kerap menimbulkan pertumpahan darah baik terhadap orang lain maupun terhadap saudara sendiri yang terjadi karena dangkal dan kurangnya pengetahuan mereka tentang agama.
Hal inilah yang menjadi latar belakang sehingga beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah yang diberi nama Miftahul Huda. Beliau lalu membangun dua gedung yang terdiri dari lima lokal. Tiga lokal untuk ruang belajar, satu lokal untuk kantor, dan satu lokal lagi untuk ruang guru. Sarana dan prasarana lain terus ditambah seiring berjalanya waktu.
Pada tanggal 15 Juli 1982 resmilah pemakaian Madrasah Miftahul Huda dengan didatangkannya beberapa tenaga pengajar dari luar daerah, yang mana segala sarana dan prasarana pendidikan termasuk tanah lokasi berdirinya Madrasah dan gaji serta kesejahteraan para guru adalah atas biaya dan dana pribadi KH. Muhammad Arsyad sebagai pendiri.
Setelah beberapa orang putra daerah yang dikirim untuk belajar di berbagai pondok pesantren yang ada di pulau Jawa telah selesai, di antaranya H. Muhammad As’ad Arsyad, Hamsyah HT., Muhammad Armada Arsyad, Budianto Bd., serta Tamsir DP., yang semuanya adalah alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Jawa Timur, maka lahirlah inisiatif KH. Muhammad Arsyad Sitte untuk mengalihkan madrasah yang didirikannya menjadi lembaga pendidikan pondok pesantren. Keinginan tersebut ditindaklanjuti dengan membangun dua unit gedung di atas tanah milik pribadi seluas 7 hektar dengan dana pribadi beliau.
Pada tanggal 1 Juni 1989 resmilah berdiri Pondok Pesantren Wali Peetu di bawah naungan Departemen Agama dengan melebur Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah yang telah ada menjadi Pondok Pesantren yang dilengkapi dengan pendidikan tingkat Aliyah.
KH. Muhammad Arsyad Sitte wafat pada tanggal 8 April 2011 M bertepatan dengan 4 Jumadil Ula 1432 H dan dimakamkan di dalam komplek Pondok Pesantren Walipettu.
Sepeninggal beliau, kepemimpinan Pondok Pesantren dilanjutkan oleh putra beliau yakni KH. Muhammad As’ad Arsyad.
Semoga kita bisa dikumpulkan bersama beliau dan catatan biografi singkat beliau bisa menjadi motivasi bagi kita untuk semakin giat dalam mendalami ilmu agama, Aamien Allahumma Aamien.
Wallahu a’lam.
(Penulis: Angga Ade Saputra, anggota Lajnah Turats Islami Jambi)

















Discussion about this post