Buku berjudul al-Arba’un al-Jambiyah adalah buku karya Muhammad Azra’i yang memuat 40 hadist yang dirangkum dari 40 kitab karya ulama Jambi.
Dalam buku setebal 54 halaman ini, redaksi hadits juga disertai terjemahan dan catatan kaki berisikan keterangan kitab yang dikutip beserta biografi singkat para ulama Jambi yang karya kitabnya termuat di buku ini.
Syekh Usman bin Muhammad Said Tungkal, Syekh Abdul Hamid al-Banjari, Syekh Muhammad Said bin Abdul Majid Tungkal, Syekh Muhammad Ali bin Abdul Wahab al-Banjari, KH. Hasan Azhari, KH. Fakhruddin Nur, Kiai Muhammad Yahya Teluk Nilau, Syekh Hasan bin Anang Yahya, Syekh Abdullah Syargawi bin Ahmad Syakur, Syekh Muhammad Jaddawi bin Abu Bakar, KH. Muhammad Ali bin Anang, KH. Muhammad Nasir bin Yahya, Tuan Guru Haji Hasan Mukhtar bin Abdullah, KH. Muhammad Bukan Saleh Kerinci, Tuan Guru Haji Ismail Kerinci, Syekh Zahruddin bin Usman Asahan, serta KH. Muhammad Mansur bin Hamzah adalah ulama-ulama produktif asal Jambi yang kitabnya dikutip oleh penulis pada buku ini.
Menurut penulis, metode penulisan 40 hadits ini mengikuti kitab Lubab al-Hadits karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi dengan tidak menyertakan sanad hadits. Selain itu, penulis menyatakan bahwa Ia sengaja mengambil 40 hadits yang pendek dari kitab-kitab karya ulama Provinsi Jambi dengan tujuan agar mudah dihafal dan difahami.
Sementara itu, salah satu akademisi dan pemerhati kajian pesantren Jambi, Azki Akhyari dalam kata pengantar buku ini menyampaikan bahwa mengenal para ulama Jambi dan karyanya adalah hal penting dalam aktivitas intelektual para santri Jambi.
Menurut Dosen STAI Mamba’ul Ulum Kota Jambi ini, dengan mengetahui karya dan fikiran-fikiran ulama Jambi terdahulu setidaknya kita bisa mengetahui corak pemikiran para ulama Jambi serta landasan literatur yang mereka gunakan dalam mendidik santri. Hal ini akan memberi gambaran bagaimana wajah islam dan karakter umat islam di Jambi. Karakter ini yang perlu dijaga agar umat Islam Jambi tidak mudah terpengaruh dengan pemikiran yang datang belakangan dan menggugat tradisi.
Wakil Sekretaris PW ISNU Provinsi Jambi ini juga berharap agar buku karya Muhammad Azro’i ini dapat menggugah para pelajar Jambi untuk tekun menelaah dan meneliti khazanah keislaman yang ada di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini. Baik melalui karya tulis berupa kitab maupun karya lembaga berupa pesantren dan madrasah.
Sebagaimana sebuah ungkapan terkenal oleh Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno yang ia sebut sebagai “JAS MERAH”, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Sedangkan sejarah pendidikan islam Jambi tak dapat terlepas dari sejarah hidup dan karya para ulamanya.

















Discussion about this post